Resah diri selalu menghantui
Selalu datang tak jua pergi
Membutakan mata dan hati
Resah di jiwa lelah di diri

Berat terasa walau tanpa beban
Bayang melangkah mengiringi lamunan
Selalu hidup dalam penantian
Tak jua datang wahai impian

Kembali ku buka lembaran lalu
Tak ada cerah pekat selalu
Hujani diri dengan sejuta rintih
Sesak di dada menyakitkan hati

Lamban meraba puing-puing hati
Menyayat raga membunuh naluri
Lelah kukenang semua yang hilang
Kini datang perih membayang

Biar kukenang semua tetap hilang
Biar kucari takan kudapati lagi


pria pria kesepian
dalam hening, aku masih disini..
menunggumu..
dengan timbunan rasa rindu yang sudah tak mampu lagi kutampung..

masih aku yang tanpa makna..
jiwaku kosong..

pernah hidup ini berarti,
pernah juga aku benar-benar merasa berada di dunia,
saat senyummu menyapa,
saat tawamu memecah hampa,
saat erat pelukmu tenangkan lubuk jiwa,
namun semuanya hilang entah kemana saat bayangmu pergi menjauh..

hanya kamu seorang..
yang dapat mengubah duka menjadi tawa..
yang dapat mengubah aku yang nista ini memiliki sedikit arti..

karena kamu..
wanita terindah dalam hidupku..
aku hanya ingin kamu..
itu saja..